Jenis-jenis Nikmat

Ibnul Qayyim Al Jauziyyah[1] berkata[2]: Kenikmatan ada tiga macam:

Pertama, kenikmatan yang sudah ada pada seorang hamba dan sudah diketahui oleh hamba tersebut.

Kedua, kenikmatan yang belum diperoleh dan dicari oleh seorang hamba.

Ketiga, kenikmatan yang sudah diperoleh seorang hamba tapi hamba tersebut belum menyadarinya.

Maka, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala hendak menyempurnakan nikmat atas hamba-Nya, Dia Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan hamba tersebut mengetahui kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan, dan Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menganugerahkan kemampuan untuk bersyukur kepada hamba tersebut, yang menjadikan kenikmatan tersebut tetap bertahan pada hamba-Nya. Karena kemikmatan akan hilang dengan adanya maksiat dan akan bertahan dengan rasa syukur seorang hamba.

Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan taufik kepada hamba-Nya agar beramal dengan amal saleh yang dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kenikmatan lain yang belum dia peroleh. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan bashirah (yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membukakan mata hatinya) agar dapat melihat hal-hal yang bisa menghalanginya untuk meraih kenikmatan tersebut, dan memberikan taufik supaya hamba tersebut mampu menjauhinya (hal-hal yang menghalangi kenikmatan).

Dengan faktor-faktor tersebut seorang hamba akan mendapatkan kenikmatan yang belum dia peroleh, yang dia cari dengan bentuk kenikmatan yang paling sempurna, dan dengannya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjadikan seorang hamba mengenali kenikmatan yang sudah ada padanya tapi belum dia sadari.

Dikisahkan:

أن أعرابياً دخل على الرشيد فقال: “يا أمير المؤمنين! ثبت الله عليك النعم التي أنت فيها بإدامة شكرها، وحقق لك النعم التي ترجوها بحسن الظن به ودوام طاعته، وعرّفك النعم التي أنت فيها ولا تعرفها لتشكرها”. فأعجبه ذلك منه وقال: ما أحسن تقسيمه

“bahwa seorang Arab Badui menemui Harun al Rasyid, kemudian berkata: ‘Wahai Amirul Mu’minin, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melanggengkan kenikmatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan karena engkau senantiasa bersyukur. Dan semoga Allah Subahanahu wa Ta’ala senantiasa mewujudkan kenikmatan-kenikmatan yang engkau harapkan karena engkau senantiasa berprasangka baik terhadap Allah subhanahu wa Ta’ala dan istiqamah dalam ketaatan. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan engkau mengenali kenikmatan-kenikmatan yang telah engkau dapatkan yang belum engkau sadari, agar engkau dapat mensyukurinya.’ Maka Amirul Mukminin Harun al Rasyid pun terkesan dengan doa tersebut dan berkata: ‘Sungguh indah dia membagi nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.’”

Oleh Tim Ukhuwah Yamansari

—————==================—————-

[1] Syamsuddin Abi ‘Abdillah Muhammad bin Qayyim al Jauziyyah

[2] Al Fawaaid, Penerbit Maktabah al ‘Ulum wal Hikam, Cetakan ketiga, hal. 202.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s